Sunday, 21 April 2024

Akhirnya Wisuda!

Yup! Akhirnya aku bisa wisuda juga setelah sekian lama. Proses menyelesaikan tugas akhirku ini cukup lama, setahun lebih pokoknya. Sampai-sampai aku hafal diluar kepala isi dari tugas akhirku ini. Ketika presentasi sidang pun aku tidak perlu membaca isi tugas akhirku, jadi jilidan tugas akhirku hanya aku tenteng, berasa hiasan. Saking lamanya aku mengerjakannya, cukup sukses membuatku muak hahaha. Aku bahkan sampai ada di masa dimana membenci suara announcer di stasiun, suara kereta api, bahkan musik khas yang diputar ketika sampai di stasiun Lempuyangan. Benar-benar tidak suka. Kenapa? Karena ketika aku naik kereta berarti aku ke Jogja dan itu artinya aku harus berurusan dengan tugas akhir. Sungguh menyiksa sih :""""(

Tapi sekarang sudah selesai! Akhirnya!!!!

Nah, di bulan Maret kemarin aku wisuda. Aku harus menempuh perjalanan dari Semarang ke Jogja buat ikut wisuda. Aku naik motor sambil membawa keperluan wisuda. Aku bagikan ya foto-foto dokumentasinya. Jujur sepanjang perjalanan tuh adem banget. Pertama, saat itu lagi hujan dan kedua memang sekelilingnya tuh ijo-ijo apalagi di jalanan Magelang itu. Segerr bangetttt. 

Suasana setelah hujan, ademmm

View sawah

Tuh kan bagusss


Istirahat dulu di Indomart
Wisuda dulu gaes

Wisuda uy


Beli bunga untuk diri sendiri


Oiya ini keren sih. Di rangkaian acara wisuda tuh seperti penggabungan seni tradisional dan seni modern. Jadi ada gamelan dan alat musik modern seperti piano, gitar dll. Kapan-kapan kalau ingat aku tulis di sebuah tulisan tersendiri lah ya buat membahas ini. Keren soalnya. Dan satu hal lagi, ada beberapa wisudawan wisudawati yang berpakaian unik. Ada wisudawati yang cosplay, dia pakai wig berwarna biru. Ada juga wisudawan yang pakai celana dangdut blink blink hahaha. Lucu-lucu lah mereka ini. 

Setelah keluar dari gedung wisuda, ada semacam arak-arakan. Rame parah sih, dan keren banget. Mereka joget-joget sambil mengiringi para kakak tingkatnya yang sudah wisuda. Jadi tiap jurusan ada arak-arakannya sendiri. 

Meskipun hujan, mereka tetap seru-seruan

Okee sekian. Ditutup dengan foto wisudaku hahaha

WES-UDAH!





Mau ke Semarang, Mampir Solo

Halo, waktunya share dokumentasi perjalanan lagi. Kenapa blog ini beralih fungsi dari share gambar menjadi blog travelling hahahaha. Yasudah nggak apa-apa lah daripada nggak terisi yaa. Nah, jadi minggu lalu aku menempuh perjalanan kembali ke perantauan yakni Semarang. Aku kehabisan tiket kereta yang langsung ke Semarang, sehingga aku harus naik kereta dari Tulungagung ke Solo dulu. 

Sekitar pukul 12.30 WIB keretaku sampai di stasiun Jebres, Solo. Ini pertama kalinya aku turun di stasiun ini. Depan stasiun ini ada pasar namanya pasar Jebres. 

Pasar Jebres depan stasiun Jebres

Jadwal keretaku selanjutnya yakni pukul 17.15 WIB. Bayangkan lah itu 4 jam lebih nunggunya, bosan kalau hanya duduk aja. Aku akhirnya memutuskan buat mampir ke pasar Gedhe Solo yang lokasinya cukup dekat dengan stasiun Jebres ini. Awalnya aku coba tanya ke ojek pangkalan yang ada disana soal tarif ke pasar Gedhe, ternyata mahal juga tarifnya Rp 20.000. Padahal ketika aku cek ojek online tarifnya tidak semahal itu, hanya Rp 8.500 saja. Tapi aku malas harus jalan menjauh dari stasiun untuk order ojek online, karena nggak bisa kalau naik ojek online berupa motor di sekitaran stasiun. Akhirnya aku order ojek online mobil, yang mana harganya sama seperti naik opang. 

Jaraknya antara stasiun Jebres dengan pasar Gedhe Solo tidak terlalu jauh, mungkin hanya 1 km saja. Aku keliling pasar Gedhe Solo ini sambil nenteng tas ransel dan tas bawaan yang isinya beras dan pakaian-pakaian. Hadeh lumayan berat dan bikin ngos ngosan yaaa hahahaha. 

Gerbang depan pasar Gedhe Solo

Aku sebenarnya ingin membeli dawet tapi ternyata ramai yang antri. Kemudian ada penjual dawet yang tidak terlalu ramai, harusnya mampir yaa tapi entah kenapa aku jalan lurus saja. Hahahahaha. Kadang aku juga bingung dengan apa yang aku inginkan. Tiba-tiba begini, tiba-tiba begitu. Pusat kulinernya ada di pasar seberangnya, tepatnya di lantai dua. Kata bapak penjual es teh, itu adalah pintu menuju surga alias pintu menuju pusat jajanan hahaha. Akhirnya aku membeli mie dan es teh hahahaha sangat tidak kearifan lokal Solo. Aku duduk lumayan lama di tempat penjual mie sambil menikmati jalanan. Ya menghabiskan waktu ya karena pukul 5 sore masih lama. 

Pemandangan pasar Gedhe Solo

Setelah cukup lama di pasar Gedhe Solo dan makanan minumanku sudah habis, aku lanjut naik ojol ke stasiun Solo Balapan. Masih harus nunggu lagi sekitar 2 jam hingga keretaku berangkat ke Semarang. Ketika menunggu kereta Banyubiru, aku ketemu dengan seseorang yang ternyata sama-sama berangkat pagi dari Tulungagung. Dia juga menunggu kereta Banyubiru sepertiku. Akhirnya kita ngobrol cukup lama dan seru juga sampai tidak kerasa kereta yang kita tunggu sudah tiba. 

Seramai itu orang-orang yang mau naik kereta Banyubiru. Aku sampai keringetan berada di tengah kerumunan para penumpang kereta. 

Stasiun Solo Balapan dengan vibe Lebaran


Para penumpang yang menunggu kereta Banyubiru


Akhirnya bisa tidurrrr

Sudah sih gitu aja ceritanya hahahaha. Setelah duduk di kursi kereta, aku tidur. Lelah juga dari pagi sampai malam belum sampek sampek juga. Kereta yang aku naiki sampai di Stasiun Tawang Semarang pada pukul 19.30 WIB. Aku naik anjem ke Gunungpati. Anjem itu adalah jasa antar jemput yang ditawarkan oleh mahasiswa. Aku dilewatkan jalanan naik turun yang sebelumnya belum pernah aku lewati. Jalanannya bagus, bisa lihat city light. Tapi ketika mau kudokumentasikan, nggk keliatan lampu-lampu kotanya hahahaha memang dasar hp kentang. 

Sudah sih, sekian cerita perjalanan kali ini. Byee

*Sepertinya aku harus belajar ambil foto dengan angle yang bagus hahaha






Tuesday, 14 November 2023

Solo Traveling ke Yogyakarta

             Kembali lagi di postingan tentang perjalanan yang kulakukan. Kali ini aku ke Yogyakarta untuk mengurus suatu hal. Aku berangkat dari kos menuju stasiun Lawang (Semarang) dengan menggunakan Grab. Aku berangkat pagi, sehingga jalanan sangat ramai karena waktunya orang-orang berangkat sekolah atau bekerja. 


             Keretaku berangkat pukul 07.50 WIB dan aku sudah sampai di stasiun Semarang Tawang Bank Jateng pada pukul 07.00 WIB hahahaha. Aku sering begini, berangkat terlalu awal dari jadwal keberangkatan. Hal ini agar tidak terburu-buru dan aku bisa merasa lebih tenang. Lebih baik menunggu agak lama daripada hati cemas karena waktu datangnya terlalu mepet. 
             Kereta yang kunaiki adalah kereta Banyubiru. Harga tiketnya yakni Rp 40.000. Aku nantinya akan turun Solo karena kereta ini tidak langsung ke Yogyakarta. Sebenarnya ada kereta yang langsung ke Yogyakarta, yaitu kereta Joglosemarkerto namun harganya tidak masuk di budget-ku hahaha. Ini adalah tampilan luar dan dalam kereta Banyubiru ekonomi. 



             Pada saat kufoto keretanya masih sepi, namun setelah itu rame dan hampir full. Di gerbongku ini ada rombongan ibu-ibu yang sepertinya akan berlibur. Mereka begitu ramai karena suaranya memang keras. Terkadang guyonan mereka membuatku spontan tertawa. Memang celetukan emak-emak itu ada ada saja. Di perjalanan aku agak terkejut ketika melewati tambak. Jadi keretanya melewati sebuah tambak dan aku baru ini mengalami kereta melaju di atas air hahahaha. Fotonya berikut ini: 


             Singkat cerita aku sampai di stasiun Solo Balapan. Ning stasiun Balapan, kuto Solo sing dadi kenangan. Kowe karo sopo... Sesampainya di stasiun Solo Balapan, aku bertanya kepada petugas tempat untuk scan barcode tiket commuter line. Jadi aku naik commuter line dari stasiun Solo Balapan ke stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Harga tiketnya hanya Rp 8000. Ini pertama kalinya aku naik commuter line, jadi agak deg deg-an juga apalagi sendirian. Ketika kereta datang aku tidak sempat mengambil foto karena harus segera masuk untuk berebut kursi. Alhasil aku hanya mengambil foto langit-langit commuter line. Mau mengambil foto suasana di dalam commuter line tidak bisa karena seramai itu. Repot juga kalau harus ngedit ngeblur wajah mereka satu-satu hahaha. 



             Commuter lineYogyakarta ini melewati beberapa stasiun. Awal keberangkatannya yakni dari stasiun Palur, lalu ke Solo Jebres, Solo Balapan, Purwosari, Gawok, Delanggu, Ceper, Klaten, Srowot, Brambanan, Maguwo, Lempuyangan, dan Yogyakarta. Aku turun di stasiun Lempuyangan. Sebenarnya perjalanan seperti ini cukup menyenangkan selama tidak membawa banyak barang bawaan. 


             Dari stasiun Lempuyangan aku naik Grab ke tempat yang menjadi tujuanku. Aku harus keluar dari stasiun dulu dan berjalan menuju jalan layang. Hal ini karena tidak diperbolehkan untuk menaiki transportasi online di sekitar area stasiun. Langit Yogyakarta mendung ketika aku naik Grab. Dan benar saja, di tengah perjalanan hujan turun. Kami berhenti sebentar untuk memakai jas hujan. Aku melepas sepatuku agar tidak basah, sehingga aku nyeker. 


             Sesampainya di kampus, aku langsung menuju ruangan untuk menemui bapak dosen. Beliau sedang ada urusan sehingga aku harus menunggu dulu. Singkat cerita, urusanku selesai setelah ashar. Lumayan pening juga ya hahahaha. Setelahnya aku lihat pameran dari anak kampus. Pameran ini merupakan unjuk karya tugas akhir dari 2 mahasiswa. Berikut aku dokumentasikan beberapa karyanya:

2 Commandements: Death Sentence
karya Andreas Rilo Pambudi

Contagion, Neraka, Forbidden Love: Different Religion, Loro Blonyo
Karya Andreas Rilo Pambudi


Pewayangan Mandar karya Putra Wali Aco


Umbul-umbul karya Putra Wali Aco

Megibung karya Putra Wali Aco


                 Keren-keren karyanya, sayangnya kualitas kameraku tidak terlalu bagus jadi hasil foto dokumentasinya agak kurang jernih. Setiap mahasiswa penciptaan harus menunjukkan karyanya melalui pameran sebagai bagian dari ujian tugas akhirnya. Setelah menikmati karya-karya mereka, aku berjalan ke sebuah warung untuk makan. Akhirnya makan juga setelah menempuh perjalanan dari pagi hahahaha. Kesehatanmu loh, makan number one, tidur number one juga. Apapun yang dianggap penting jadikan sebagai number one. 
                 Setelah makan, aku naik Grab lagi menuju terminal Giwangan. Namun ternyata bisnya sudah terlewat dan tidak ada bis lagi setelahnya. Hmnnn terpaksa aku naik travel. Yah daripada aku harus jalan kaki ya kan hahahaha. Menunggu mobil travel sangat lama hingga berjam-jam. Aku sudah lelah sekali ingin tidur tapi mobilnya tidak kunjung datang. 


Terminal Giwangan

                 Akhirnya setelah menunggu cukup lama, mobil travelnya datang. Aku naik dan duduk di belakang bapak supir. Mobil travelnya melewati Tugu Yogyakarta. Aku sudah tidak mendokumentasikan apa-apa lagi karena aku banyak tidurnya di mobil travel :D. Sepertinya sepanjang perjalanan aku tidur. Namun uniknya, ketika hampir sampai di gang kos, aku tiba-tiba terbangun. Memang seringnya begitu ya, seperti ada yang membangunkan jika kita hampir sampai di tempat tujuan kita. 

Tugu Yogyakarta

Entah ini apa

                 Aku sampai kos pukul 23.30 WIB. Lelahnyaa..... Besok paginya harus melanjutkan rutinitas lagi. Sekian cerita perjalanan ini, terima kasihhh. Sampai jumpa di cerita perjalanan selanjutnya. 



 









Monday, 11 September 2023

Perjalanan di Bulan September

       Siapa diantara kalian yang suka bepergian? Naik apa? Jujur aku bukan orang yang suka bepergian, namun seringnya keadaan membuatku harus kesana kemari. Bulan September ini juga menjadi bulan yang sangat melelahkan karena aku harus bepergian ke beberapa tempat. Aku ada agenda di Semarang untuk waktu yang cukup lama. Coba tebak aku kesana naik apa? MOTOR! Aku naik motor sendirian! Jadi disini aku mau mendokumentasikan perjalananku itu biar nantinya aku bisa membaca lagi kisah ternekat ini. Jika ditanya kenapa tidak dipaketin saja? Ya jujur sebenarnya sangat mau, hanya saja terkendala biaya hahaha. 

       Aku berangkat dari Trenggalek pukul 07.00 WIB dengan menggunakan motor scoopy. Aku tidak langsung ke Semarang, melainkan harus ke Jogja dahulu. Dari Trenggalek, aku mengendarai motorku ke arah Ponorogo. Aku suka sekali dengan suasana di perbatasan Trenggalek-Ponorogo, banyak pohon-pohon dan karena itu pegunungan jadi view-nya indah. Anginnya juga dingin, pokoknya suasananya enak. Aku tidak hafal jalan, jadi aku menggunakan bantuan mbak google maps. Aku pakai headset dengan mengaktifkan suara google maps. Jadi nurut sama apa yang disuruh oleh mbak gmaps. Kalau disuruh belok ya belok hahahaha. 

      Setelah melewati ponorogo, aku melewati Wonogiri. Daerah Wonogiri ini juga gunung-gunung. Namun jalannya agak kurang enak karena tidak rata, banyak lubang kecil kecil. Ada juga tanjakan dan turunan yang menurutku lumayan bikin deg-degan. Butuh effort juga untuk menyalip truk truk yang berjalan pelan. Di Wonogiri aku beristirahat di Indomaret. Aku membeli minuman kopi dan roti. 



       

       Nah foto di atas itu penampakan jajan yang aku beli. Biar tidak ngantuk dan tidak kelaparan hahaha. Aku istirahat cukup lama, sambil menikmati suasana disana. Aku tidak terlalu mengejar waktu, jadi mau sampai tujuan pukul berapa juga tidak masalah. Yang penting selamat dan sehat. 
       Ketika sudah merasa cukup, aku kembali melanjutkan perjalanan. Ada kejadian aku kesasar di Wonogiri menuju Klaten. Sepertinya aku lupa mengatur gmaps untuk rute mobil, jadinya aku disuruh sama mbak gmaps untuk belok ke gang. Mana aku nurut dan sadarnya lama hahahaha. Aku sudah merasa tidak enak, jadi aku berhenti untuk cek gmaps. Akhirnya aku memutuskan untuk mencari rute kembali ke jalan raya utama. Aku cari aman saja. Singkat cerita, akhirnya aku bisa kembali ke jalan utama dan melanjutkan perjalananku ke Klaten. 
         Jalanan Klaten menuju Jogja menurutku sangat panjang karena jalannya lurus lurus saja. Disini ada cerita agak menyeramkan. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menyalakan klakson ke arahku dan tersenyum padaku. Aku menyalipnya saja karena tidak merasa melakukan kesalahan apa-apa dan barang-barangku juga baik baik saja tidak ada yang terjatuh. Bisa jadi kan, dia hanya mau memberi tahu kalau-kalau lampu sein ku menyala atau ada barangku yang terjatuh. Namun, dia kemudian memposisikan motornya sejajar dengan motorku, ya aku memperlambat motorku agar berada di belakangnya saja. Tapi dia juga memperlambat motornya sambil melihatku melalui spion motornya. Kalau lambat terus begini gimana bisa nyampek tujuan, akhirnya kusalip saja. Tapi tetap saja dia ikut menyalip dan motornya sejajar dengan motorku. Kemudian dia bilang sesuatu tapi tidak terdengar. Karena kupikir ada yang penting aku coba mendengar apa yang coba dia omongkan. 
        Dia bilang "Mau kemana?". Aku hanya bilang "Kesana" tanpa bilang nama tempat tujuanku. Lalu dia bilang lagi "Boleh kenalan?" Aku hanya membuat gestur "monggo" dan langsung tancap gas. Serem sekali orang asing ini. Mungkin dia melihat plat motorku yang menunjukkan daerah yang jauh dari Yogya. Jadi dia punya suatu niat, entah apa itu. Jujur aku agak takut kalau-kalau aku diikuti dari belakang. Aku hanya bisa melaju secepat mungkin saja. Tapi untungnya orangnya tidak membuntutiku. 
       Aku kembali istirahat di Indomaret. Masih ada satu jam lagi untuk sampai di tempat tujuan kalau berdasarkan gmaps. Aku istirahat agak lama karena sudah agak terasa lelahnya. Kemudian aku melanjutkan perjalanan lagi. Tidak ada kejadian apa-apa lagi dan Alhamdulillah aku bisa sampai dengan selamat di Jogja. Aku beristirahat sebentar di kos, namun tidak bisa tidur entah kenapa. Di sore hari aku keluar untuk mengurus beberapa dokumen untuk kubawa besok ke Semarang. 
       Malam harinya aku survey jalan ke Semarang hahahaha. Aku lihat ada beberapa pilihan rute, bisa lewat Magelang atau Klaten. Aku nonton youtube dan membaca blog perjalanan orang-orang untuk melihat jalanannya seperti apa. Aku lihat di gmaps jalanan di Magelang lumayan berkelok-kelok, dan kata beberapa orang di blog-nya ada tikungan dan tanjakan yang cukup curam. Karena aku tidak berani lewat sana, akhirnya aku memutuskan untuk lewat Klaten saja meskipun butuh jam tempuh yang lebih lama. 
        Keesokan harinya aku kembali melakukan perjalanan, kali ini ke Semarang. Seperti biasa aku mengandalkan mbak gmaps untuk menemaniku ke tempat Tujuan. Jujur aku tidak begitu ingat daerah apa saja yang sudah kulewati hahaha. Jadi, dari Jogja aku ke Klaten. Di Klaten aku berhenti sebentar untuk sarapan. Aku membeli soto, penampakannya seperti di bawah ini. 


       Sotonya agak pucet ya hahahaha. Kuahnya warna putih, mie nya putih, daging ayamnya juga putih hahahaha. Apa soto disini emang begini yaa. Ini lumayan murah, cuma Rp 8000 saja. Lalu aku melanjutkan perjalanan ke arah Boyolali. Di Boyolali anginnya sejuk sekali, rasanya dingin gitu. Meskipun matahari sudah muncul tapi tetap kerasa angin dinginnya. 


     Setelah Boyolali aku berada di daerah Salatiga. Suasana mulai terasa panas karena jalannya jalan besar dan lurus lurus saja. Ini aku sempat mefoto palang jalan selamat datang di Salatiga. 


       Salatiga, bener tujuh. 

       Aku jadi tau nomor-nomor plat di daerah-daerah yang aku lewati. Entah kenapa kok seru ketika menjumpai plat nomor yang berbeda di tiap daerah yang dilewati. Setelah Salatiga aku menuju ke Semarang. Aku sempat kesasar di daerah Banyumanik, mana puanasss banget lagi. Akhirnya aku berhenti sejenak untuk melihat gmaps. Mbak gmaps ini kadang kadang diam saja, jadinya belokannya terlewat. Jadinya aku trust issue sama dia, sehingga ikut melihat palang-palang penunjuk jalan untuk memastikan. 
       Aku putar balik untuk kembali ke jalan yang benar, cielah hahahaha. Akhirnya jalan yang aku lewati benar. Semarang ini luas sekali lah, tiap ada palang selalu disuruh terus mulu untuk ke daerah yang kutuju. Singkat cerita aku sampai di dekat tempat yang aku tuju, aku melihat ada orang yang berpakaian hitam putih jadi aku ikuti saja dia karena tujuannya sama hehehe. Namun ternyata dia belok ke gang, mungkin pulang ke kosannya hahahaha. Jadinya aku putar balik untuk mencari gedung yang aku cari. Akhirnya aku sampai dan langsung mengurus keperluanku. 



       Ini aku membeli soto (lagi) di dekat tempat tadi. Cuaca Semarang yang panas kumaafkan karena sotonya ini enak. Aku nambah sundukan kerang dan es teh. Nanti aku kesini lagi ah, mau beli lagi soto enak ini. 

        Sekian cerita perjalananku. See you!!



Ditulis oleh penjelajah dadakan, ZY






Sunday, 23 January 2022

Tumbuh Bersama Radio

    

Sumber : Unsplash-Dave Weatherall 

        

Kapan terakhir kali kamu mendengarkan radio? Menurut pengalaman pribadi saya, radio sudah mulai tergantikan dengan media digital seperti youtube, spotify, podacast, joox, dsb. Adanya media-media tersebut, penikmatnya bisa mengatur sendiri lagu atau konten yang diminati. Berbeda dengan radio yang tidak bisa kita atur sendiri dan pendengar hanya bisa menyesuaikan saluran saja sesuai keinginan. 

        Sebenarnya saya masih mendengarkan radio. Hal ini karena ibu selalu menyalakan radio setiap pagi. Ibu penyuka musik, ibaratnya harus ada suara-suara nyanyian untuk menemani aktivitasnya. Hal ini berlangsung dari saya kecil, sehingga bisa dibilang saya tumbuh besar bersama radio. Bahkan sampai stasiun-stasiun radio di daerah daerah saya mulai gugur satu persatu.

        Namun, saya jarang dengan sengaja menyalakan radio untuk diri sendiri. Saya lebih memilih mendengarkan lagu lewat youtube atau aplikasi musik yang lain. Hal ini karena di radio jarang sekali diputar lagu Korea atau soundtrack anime, hahahaha. Bisa jadi saya yang kurang eksplor saluran radio. 

        Akhir-akhir ini saya mendengarkan radio dengan sengaja. Wah, apa alasannya? Pertanda apa ini? Jadi begini, saya tinggal di Kos karena ada kepentingan sekolah. Nah, kos saya ini agak spesial soal urusan sinyal. Agak susah dan lemot untuk mengakses internet. Saya membutuhkan suara-suara untuk menemani keseharian, sehingga saya mendengarkan radio melalui handphone

        Asyik lho sebenarnya mendengarkan radio, kita tidak bisa menebak lagu apa yang akan diputar selanjutnya. Berasa surprise :D. Suara penyiar radio juga sangat menghibur karena terkadang mereka mengobrol tentang suatu tema. Oh ya, jadi ingat masa kecil dulu sekitar SD atau SMP. Dahulu saya sering mengirim SMS ke radio untuk request lagu. Formatnya itu perkenalan nama, rumahnya mana, mau titip salam untuk siapa, kemudian request lagu apa. Terkadang stasiun radio juga memberi tema pertanyaan yang bisa dijawab lewat SMS. Rasanya menyenangkan ketika pesan SMS saya dibacakan. Malah pernah saya mengirim puisi, hahahaha. Lucu sekali kalau diingat. 

        Begitulah, radio tetap menjadi media yang menyenangkan meskipun banyak bermunculan media digital atau media streaming. Yuk coba dengerin radio, siapa tahu kamu menemukan sensasi yang berbeda. 


Ditulis oleh

ZY

        

Monday, 27 September 2021

Slow Fashion dan Lemari Ibu

Photo by Crew on Unsplash



Apakah kalian pernah mendengar atau membaca mengenai istilah slow fashion? Jujur aku belum lama memahami istilah ini. Aku baru saja membaca artikel yang diterbitkan oleh Kompas berjudul "Berdaulat di Meja Makan dan Lemari Pakaian" yang ditulis oleh Dwi As Setianingsih/Riana A Ibrahim. Di artikel ini membahas mengenai gaya hidup slow food dan slow fashion. Istilah apa sih itu? Makanan lambat? Baju lelet? Bukan begitu. Slow food mengacu pada gaya hidup yang berlawanan dengan fast food, menawarkan konsep untuk menikmati tanpa perlu terburu-buru. Mulai dari proses memperoleh bahan, memasak hingga menyajikan di meja makan. Semua proses itu dinikmati meskipun memakan waktu yang lumayan lama.

Kemudian kalau slow fashion itu apa? Slow fashion juga melawan fenomena mode yang berganti-ganti dengan cepat. Gaya hidup ini berbicara mengenai memanfaatkan apa yang dimiliki tanpa perlu terpaku oleh mode terbaru. Tidak apa-apa untuk tidak mengikuti style kekinian karena trend akan terus berganti dan berubah. Pergantian yang tiada henti ini menyebabkan banyak produk fashion menjadi sampah dan berdampak pada lingkungan sekitar. Tindakan yang bisa dilakukan yakni dengan memanfaatkan pakaian-pakaian lama yang masih bisa digunakan dan tidak melulu membeli yang baru. 

Selain memanfaatkan pakaian lama kita sendiri, mungkin kita bisa berburu harta karun di lemari ibu. Tak jarang akan ditemui beberapa pakaian yang masih tersimpan bagus. Kalau dikaitkan dengan istilah fashion, mungkin namanya gaya vintage ya? Mari mencoba menelusuri, mungkin kita akan menemukan pakaian yang dulu dikenakan ibu saat beliau pertama kali masuk kerja, atau baju yang mana hadiah dari ayah. Pengalaman nonstalgia akan semakin membuat pakaian-pakaian tersebut terasa istimewa. Namun apabila semua baju lama telah ludes menjadi santapan tikus, maka mari kita mencoba melihat lemari tetangga. Eh. 


Ditulis dengan senyum,  
ZY



Saturday, 11 September 2021

Resensi Buku Mantappu Jiwa karya Jerome Polin

 

Judul Buku                         : Buku Latihan Soal, Mantappu Jiwa

Penulis                                : Jerome Polin Sijabat

Tahun Terbit                       : 2019

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman                : 224

 

Sumber gambar : ebooks.gramedia.com

                Buku ini menceritakan kisah perjalanan hidup seorang Jerome Polin. Mulai dari masa sekolah di tingkat SMP dan SMA hingga perjuangannya untuk bisa kuliah di luar negeri. Penulis menceritakan secara cukup rinci mengenai kegiatan-kegiatannya semasa sekolah dan alasan-alasan mengapa ia melakukan kegiatan tersebut. Ia menceritakannya dengan runtut sesuai dengan timeline di kehidupan nyatanya. Banyak kisah lucu yang ia bagikan di buku pertamanya ini. Melalui buku ini kita disuguhkan cerita lengkap dari sosok Jerome Polin.

                Apabila membicarakan kelebihan buku ini, hal pertama yang terlintas di pikiran saya adalah “unik”. Sesuai dengan judulnya yakni “Buku Latihan Soal”, buku ini berisi berbagai macam soal matematika. Saya yang bukan golongan siswa IPA pada saat SMA sering mengabaikan soal-soal di buku ini karena tidak memahaminya. Saya menganggap itu hanya hiasan semata untuk menunjukkan bidang studi si penulis. Saya berpikir demikian karena menganggap bahwa citra seorang Jerome sangat identik dengan matematika. Personal branding yang sangat keren. Namun tidak disangka, ternyata di akhir tulisannya, Jerome menjelaskan tentang arti soal-soal matematika yang ia kaitkan dengan makna kehidupan. Cerdas ya caranya hahaha.

                Bahasa yang digunakan oleh penulis mengingatkan saya dengan tugas pelajaran Bahasa Indonesia ketika masih sekolah. Begitu runtut dan baku. Meskipun di beberapa bagian, ia berhasil menyisipkan lelucon yang receh. Buku ini menurut saya bacaan yang ringan dan sangat menyenangkan. Saya sampai hanyut dengan ceritanya sampai tidak sadar sudah membaca berpuluh-puluh halaman. Apalagi saya disuguhi visual yang sangat memanjakan mata di setiap lembarnya. Buku ini diselingi oleh gambar ilustrasi dan tulisannya ditata dengan memperhatikan estetika. Intinya buku ini penuh warna. Sangat menggambarkan sosok Jerome yaa.

                Buku ini adalah buku pertama Jerome yang diterbitkan. Saya sangat percaya bahwa cara menulisnya dapat lebih meningkat nanti ketika ia akan menulis buku kedua. Ia bisa lebih luwes dan tidak terlalu terikat dengan aturan kepenulisan. Saya sangat menyukai kepribadian dan kisahnya, sehingga saya berekspektasi bahwa ia bisa menyampaikan sisi kocaknya melalui tulisan. Mungkin si penulis lebih nyaman untuk berbicara dan menyampaikannya secara langsung dengan spontan. Terakhir sebagai penutup, saya ingin menggemakan ciri khas si penulis. MANTAPPU JIWAAAAAAAAAAAAAAAAA.


Diresensi oleh ZY (Renzy Ayu Rohmatillah) 

COME BACK

 Halooo

Entah siapapun kamu yang sedang membaca ini, salam sehat ya. 

Blog ini sudah lama tidak diisi, terakhir ya 5 tahun yang lalu. Lebih banyak update di sosial media Instagram daripada blog. Mengapa? Karena di Instagram aku bisa upload gambar dengan cepat tanpa harus memberi caption atau kalimat pengantar yang panjang. Meskipun di blog juga tidak ada aturan untuk menulis panjang ya hahahahaha. Hal yang pasti adalah "malas", semua tadi hanyalah alasan. 

Mungkin blog ini akan diisi lagi dengan tulisan-tulisan, bukan gambar seperti dahulu. Kalau dulu aku banyak memposting gambar-gambar karena sedang berada di tahap belajar dan berlatih menggambar. Sekarang aku ingin memperdalam kemampuan menulis. Mengapa harus menulis? Tidak ada alasan khusus, hanya ingin belajar menulis saja. 

Menurutku dengan memposting karya yang dibuat, kita dapat melihat progressnya. Seiring waktu akan nampak perubahan kualitas dari apa yang dibuat. Jejak digital juga abadi, selagi tidak dihapus dan terhapus. Sehingga kita bisa melihat kembali apa saja yang sudah dibuat dan dilakukan. Mari memanfaatkan fasilitas blog ini untuk belajar. Yeay

Mari memulai perjalanan menulis ini bersama hahahahaha


Best, 

Aku, ZY

Friday, 22 July 2016

HAI ^^


Halo... lama tidak membuat postingan disini, karena...
1. Modem sudah nggak ada
2. Paketan tipis
3. Di kos sinyal susah berkembang biak

Mungkin blog ini akan sangat amat jarang sekali diisi, sebagai gantinya akan sering update di instagram.
Silahkan mampir untuk liat liat, nggak digembok, nggak di follow juga gpp asal di like :v
https://www.instagram.com/renzyayu/

Oh ya, di IG ku kebanyakan adalah karya digital, karena mulai kesenengan dengan yang namanya digital painting wkwkwkwk












#goodbyeee
#salamdamai
#thankyou
#edensor


Wednesday, 29 July 2015

Gak Ada Niat Buat Judul

Tapi ada niat ngisi postingan
Lukisan wajah cat air



































Sengaja gambarnya di gedein, biar full halamannya
Selesai.

Pensil Warna



















Thanks....

Tawurrr....

Libur libur libur
Menyenangkan memang, tapi kelamaan membosankan
Pas sekolah dulu selalu pengin libur biar bisa nggambar, eh sekarang udah libur males nggambar, maunya apa?? Gak tau... gelap.

Masih mencoba "rajin"

Ini dia pensketch of the day


























Maaf jadi kayak tawuran, sengaja gambarannya dikumpulin jadi satu karena males ngetik kata2 kalo harus dibuat jadi beberapa postingan. (panjang bener...)

Oke, jangan bosen bosen mampir duniart
Terimakasih....